Warga Desa beraktivitas menggunakan perahu di tengah banjir yang masih merendam permukiman. Foto – MC Ist.
NNITODAY.COM – Banjir kembali melanda sejumlah di wilayah di Kota Martapura Kabupaten Banjar. Salah satu desa yang terdampak berada di Kecamatan Martapura Barat, di Desa Sungai Rangas Ulu, (02/01/2026).
Luapan air merendam permukiman warga, dan akses jalan utama, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh. Air merendam sejak 27 Desember 2025 dan hingga kini masih menggenang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 5 –10 sentimeter. Kondisi banjir di Desa Sungai Rangas Ulu relatif stagnan, namun warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan dan luapan sungai yang bisa mengakibatkan air kembali naik.
Menurut Baihaki, warga desa Sungai Rangas Ulu mengatakan banjir mulai naik saat bertepatan momen 5 rajab dan mengalami peningkatan hingga hari ini.
“Air mengalami peningkatan hingga hari ini, bahkan sebagian warga sudah ada yang mengungsi,” ucapnya.
Warga yang terdampak banjir terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari. Sebagian dari mereka memilih bertahan di rumah dengan lantai yang lebih tinggi, sementara warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Barang-barang berharga seperti kendaraan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan,” tambahnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memutar arah atau berhenti sementara karena ketinggian air yang tidak memungkinkan untuk dilalui.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap intensitas cuaca hujan susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi banjir di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya surut, pantauan di lapangan, kecamatan Martapura Barat ada sekitar 17 ribu warga dari 13 desa yang terdampak banjir, rata-rata persentase genangan air mencapai 95 persen merendam pemukiman warga. Meski terendam banjir, sebagian warga masih bertahan di rumahnya masing-masing.
Selain itu, pihak Kecamatan Martapura Barat dan Aparat Desa menyediakan tempat pengungsian dan juga terdapat dapur umum dan fasilitas lainnya yang telah disediakan oleh pihak kecamatan yang bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memberikan bantuan kepada para warga yang terdampak banjir. (JMS)
